JAKARTA - Kepala Penerangan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Kolonel Gunawan turut membeberkan kejadian nahas yang menimpa Prajurit TNI AU Prada Salman Krisnes Sinaga. Pasalnya, Salman jatuh dari ketinggian 1.600 kaki dengan parasut yang tidak mengembang.
Gunawan mengatakan, saat itu sebanyak 473 prajurit tengah melakukan latihan terjun payung dalam rangka operasi perebutan suatu pangkalan udara musuh di Landasan Lanud Sulaiman, Selasa (8/11/2022) pagi.
BACA JUGA:Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Wagub Jabar Tinjau Kesiapan Rumah Sakit
"Latihan penerjunan pada tingkat latihan lanjutan dalam sebuah misi operasi perebutan suatu pangkalan udara," ujar Gunawan kepada MPI, Rabu (9/11/2022).
Namun, kata Gunawan, Salman terlibat insiden yang mengakibatkan dirinya harus jatuh dengan keadaan tidak sempurna.
BACA JUGA:Gunung Semeru Erupsi Lagi, Mengingat Kembali Ramalan Jayabaya soal Pulau Jawa Terbelah
"Salah satu prajurit Kopasgat telah mengalami musibah, tidak mampu mengendalikan payung statiknya secara sempurna," tuturnya.
"Karena ada beberapa tali parasut yang terputus saat loncat dari pesawat," sambung Gunawan.
Akibatnya, kata Gunawan, Salman harus dilarikan ke rumah sakit TNI AU dikarenakan mengalami patah tulang di bagian pinggang kanannya.
"Telah mengalami patah tulang pinggang kanan dan telah mendapatkan pertolongan ahli medis dan dirujuk ke RS TNI AU Salamun Bandung," paparnya.
Kendati demikian, kata Gunawan, kini Salman tengah dalam kondisi stabil dan akan melakukan penanganan lanjutan. "Saat ini kondisi prajurit tersebut stabil dan dalam rangka penanganan lebih lanjut untuk pemulihan," pungkasnya.
(Nanda Aria)