Kisah Pong Tiku : Saat Masa Muda, Perjuangan, dan Akhir Hidup

Nadilla Syabriya, Jurnalis
Sabtu 12 November 2022 14:45 WIB
Pong Tiku (Ist)
Share :

Perjuangan

Sebagai penghasil kopi bermutu tinggi, Tana Toraja menjadi ajang persaingan antara pedagang-pedagang yang datang dari daerah lain untuk menguasai perdagangan kopi. Mereka menempati daerah-daerah tertentu sebagai pemukiman dan umumnya membawa pengawal bersenjata.

Perang Kopi terjadi pada 1889 diawali oleh serangan pedangan Luwu dan Bone terhadap pemukiman pedagang Sidenreng dan Sawitto. Dalam perang ini, Pong Tiku alias Ne Baso memihak pedangan Sidenreng dan Sawitto menghadapi perang Luwu dan Bone. Laskar Bone dikenal dengan Laskar “songkok borrong” (topi merah). Pasukan Pong Tiku alias Ne’ Baso sempat terdesak. Namun, pada akhirnya mereka berhasil memukul mundur Laskar Luwu dan Bone pada tahun 1890.

Konflik bersenjata antara Pangala dan Baruppu serta perang kopi pada hakikatnya adalah “Perang Saudara” antar komunitas di Sulawesi Selatan. Kedua peristiwa itu menyadarkan Pong Tiku alias Ne Baso bahwa ia harus membangun benteng-benteng untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya dari intervensi pihak luar.

Pembangunan benteng-benteng itu disesuaikan dengan bentang alam Tana Toraja yang bergunung-gunung. Di sebelah barat Pangala dibangun benteng-benteng Lalidong, Buntubatu dan Rinding Alla. Di sebelah timur dibangun benteng-benteng Buntuasu, Tondok, Ka’do dan Mamullu.

Pada Januari 1906, Tiku mengirim pengintai ke Sidareng dan Sawitto, sementara Belanda menyelidiki cara bertempur mereka. Saat para pengintai melapor, mereka mengatakan bahwa pasukan Belanda memiliki kekuatan besar saat melawan pasukan Bugis. Oleh sebab itu, Tiku memerintahkan pasukan di benteng-bentengnya untuk bersiap dan mulai mengumpulkan cadangan makanan berupa beras.

Sebulan kemudian, Luwu jatuh ke tangan pasukan Belanda, sehingga membuat Tiku dan pasukannya harus pindah ke pelosok. Pada Maret 1906, kerajaan-kerajaan lain semuanya runtuh, meninggalkan Tiku sebagai penguasa Toraja terakhir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya