Tiba di Bali, Jokowi: ASEAN Harus Damai dan Jadi Episentrum Ekonomi Dunia

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis
Minggu 13 November 2022 20:11 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Dok Kemlu RI)
Share :

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta rombongan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Minggu (13/11/2022) malam.

Jokowi diketahui baru saja menyelesaikan perjalanannya menghadiri KTT Ke-40 dan Ke-41 ASEAN serta KTT Terkait lainnya di Kamboja.

Pesawat Kepresidenan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar Pukul 19.20 WIB hingga berada di posisi sempurna.

Tampak pesawat tersebut tertulis Republik Indonesia dengan warna merah dan putih pada bagian badan pesawat. Sejumlah petugas Paspamres memastikan gapura terpasang dengan baik dan aman.

Sekitar pukul 19.25 WIB, Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo turun dari pesawat.  Presiden Jokowi tampak mengenakan jas biru muda dengan dasi berwarna merah. Sedangkan Iriana mengenakan pakaian batik berwarna merah dengan jilbab berwarna putih.

Tampak sejumlah pejabat menyambut kedatangan Jokowi di Pulau Bali, di antaranya yakni kepala daerah, pangdam dan kapolda.

Saat berjalan beberapa saat, tampak Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto juga tampak menyalami Presiden Jokowi.

Baca juga:  KTT Asia Timur, Jokowi Minta Setiap Negara Hormati Kedaulatan Wilayah

Meskipun agak letih setelah berpergian cukup lama di Kamboja, Jokowi tampak dengan ramah dan murah senyum menyalami para pejabat terkait yang menyebutnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Jokowi sembari membenarkan rambutnya yang tertiup angin tampak berbincang dengan Menko Marves RI Luhut Binsar Panjaitan dan berdekatan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

"Saya baru saja tiba dari Kamboja, serah terima Ketua ASEAN 2023 telah dilakukan hari ini, dan saat menerima Keketuaan ASEAN, saya menekankan bahwa ASEAN harus semakin kuat sebagai episentrum pertumbuhan dunia," kata Jokowi.

ASEAN kata Jokowi juga harus tetap menjadi kawasan damai, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan menjunjung tinggi hukum internasional dan tidak menjadi proxy negara manapun, semakin makmur dan maju.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya