“Jadi kita punya memori yang lengkap. Ada yang gagal, ada yang berhasil. Kalau berhasil kita menjadi inspirasi di masa depan. Kalau gagal, kita bisa belajar untuk tidak mengulangi,” tambah Imam.
Dia menilai bahwa MKB merupakan bank data yang tersimpan secara kolektif di semua pikiran bangsa Indonesia dan itu terekam di dalam arsip.
Maka dari itu, ANRI bertugas untuk mengangkat arsip-arsip itu untuk kembali menjadi memori bagi generasi Indonesia yang baru lahir. Kemudian akan terus dihidupkan sehingga menjadi memori bersama sebagai identitas bangsa Indonesia.
(Khafid Mardiyansyah)