JAKARTA- Apakah Soeharto pernah ke Rusia? Simak disini jawabannya. Indonesia dan Rusia memiliki hubungan bilateral yang sangat erat. Sebelumnya, hubungan kedua negara ini sempat merenggang.
Hubungan antara Indonesia dengan Rusia, saat itu Uni Soviet, pernah berada pada titik sedekat nadi. Kedua negara ini saling gotong royong memenuhi kebutuhan masing-masing. Uni Soviet menyokong banyak kebutuhan Indonesia, begitu juga sebaliknya.
Apakah Soeharto Pernah ke Rusia? Simak Disini Jawabannya yakni pada tahun 1989 Soeharto berkunjung ke Uni Soviet. Pada 1991, Indonesia telah mengakui kedaulatan Ukraina. Pada 1996, kunjungan pertama Presiden Ukraina Leonid Kuch idsmabut merihah.
Selain itu, presiden Soekarno memiliki hubungan yang sangat dekat dengan orang
nomor satu di Uni Soviet yaitu Nikita Khrushchev. Bahkan pada tahun 1956, Presiden Soekarno sempat sempat mengunjungi Uni Soviet. Kunjungan tersebut pun mendapat balasan. Tahun 1960, Uni Soviet mengunjungi Indonesia.
Presiden Soekarno diketahui sangat mengidolakan paham-paham komunis Uni Soviet. Bahkan Soekarno mengadopsi nilai-nilai komunis ke dalam pemerintahannya. Ia sangat membenci suara-suara demokratis dari blok barat.
Hubungan keduanya renggang sejak runtuhnya Orde Lama. Presiden Soekarno terpaksa lengser dari singgasananya. Puncak renggangnya hubungan Indonesia dengan Uni Soviet yaitu ketika kasus G30S/PKI meledak di Indonesia.
Gerakan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) merenggangkan hubungan Indonesia dan Uni Soviet. Masyarakat Indonesia menjadi sangat sensitif dengan hal-hal yang berbau komunisme.
Penumpasan kasus G30S/PKI menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia. Sampai suatu ketika, pada 11 Maret 1946 turunlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Soeharto mendapat mandat untuk membubarkan PKI.
Satu tahun kemudian, Soeharto resmi menjadi Presiden Republik Indonesia tanggal 27 Maret 1968. Naiknya Soeharto sebagai Presiden RI menandakan runtuhnya dinasti kekuasaan Soekarno.
(RIN)
(Rani Hardjanti)