Apakah Soeharto Pernah ke Rusia? Simak di Sini Jawabannya

Cita Zenitha, Jurnalis
Senin 14 November 2022 15:43 WIB
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share :

Presiden Soekarno diketahui sangat mengidolakan paham-paham komunis Uni Soviet. Bahkan Soekarno mengadopsi nilai-nilai komunis ke dalam pemerintahannya. Ia sangat membenci suara-suara demokratis dari blok barat.

Hubungan keduanya renggang sejak runtuhnya Orde Lama. Presiden Soekarno terpaksa lengser dari singgasananya. Puncak renggangnya hubungan Indonesia dengan Uni Soviet yaitu ketika kasus G30S/PKI meledak di Indonesia.

Gerakan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) merenggangkan hubungan Indonesia dan Uni Soviet. Masyarakat Indonesia menjadi sangat sensitif dengan hal-hal yang berbau komunisme.

Penumpasan kasus G30S/PKI menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia. Sampai suatu ketika, pada 11 Maret 1946 turunlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Soeharto mendapat mandat untuk membubarkan PKI.

Satu tahun kemudian, Soeharto resmi menjadi Presiden Republik Indonesia tanggal 27 Maret 1968. Naiknya Soeharto sebagai Presiden RI menandakan runtuhnya dinasti kekuasaan Soekarno.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya