BELANDA - Pemerintah Belanda melarang penggunaan nitrous oxide, umumnya dikenal sebagai ‘gas tertawa’, di tengah kekhawatiran atas risiko kesehatan bagi semakin banyak anak muda yang menggunakannya.
Larangan ini akan dimulai pada Januari tahun depan. Nantinya pembelian, penjualan, atau kepemilikan gas menjadi ilegal.
Namun, pihak berwenang mengatakan gas itu masih dapat digunakan untuk tujuan pengobatan dan dalam industri makanan.
Baca juga: Iseng Hirup Gas Tertawa dari Balon, Gadis Ini Mendadak Lumpuh
Pemerintah juga berharap larangan itu akan mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan narkoba.
Baca juga: Hirup Gas Nitrous Oxide, Bos Aston Villa Sarankan Pemainnya Agar Tidak Berulah
Menurut monitor keselamatan jalan TeamAlert, gas tertawa telah berperan dalam 1.800 kecelakaan di Belanda selama tiga tahun terakhir.
"Hampir dua hari, angka yang benar-benar mengejutkan kami," kata Maartje Oosterink dari TeamAlert kepada surat kabar AD awal bulan ini, dikutip BBC.
Popularitas ‘legal high’ semakin populer di kalangan clubbers dan pengunjung festival dalam beberapa tahun terakhir, dan sering digunakan dalam kombinasi dengan obat lain seperti MDMA (ekstasi) atau ketamin.