Anak Muda China Ogah Bekerja di Pabrik, Gaji Rendah hingga Jam Kerja Tak Manusiawi Jadi Pertimbangan

Susi Susanti, Jurnalis
Senin 21 November 2022 12:22 WIB
Anak muda China enggan menjadi buruh pabrik karena alasan gaji hingga jam kerja yang tak manusiawi (Foto: Antara/Xinhua)
Share :

Lebih dari 80% pabrik di China menghadapi kekurangan tenaga kerja mulai dari ratusan hingga ribuan pekerja tahun ini, setara dengan 10% hingga 30% dari tenaga kerja mereka, demikian menurut sebuah survei oleh CIIC Consulting.

Kementerian Pendidikan China memperkirakan kekurangan hampir 30 juta pekerja manufaktur pada tahun 2025, lebih besar dari populasi Australia.

Di atas kertas, tenaga kerja seolah sangat berlimpah karena sekitar 18% orang China berusia 16-24 menganggur.

Tahun ini saja, terdapat 10,8 juta lulusan untuk memasuki pasar kerja yang, selain manufaktur, namun tidak terserap. Perekonomian China, yang terpukul oleh pembatasan Covid-19, penurunan pasar properti, dan tindakan keras peraturan pada industri teknologi dan swasta lainnya, menghadapi pertumbuhan paling lambat dalam beberapa dekade.

Klaus Zenkel, Ketua Kamar Dagang Eropa di China Selatan, pindah ke wilayah itu sekitar dua dekade lalu, ketika lulusan universitas kurang dari sepersepuluh jumlah tahun ini dan ekonomi secara keseluruhan sekitar 15 kali lebih kecil dalam dolar AS saat ini.

Dia menjalankan pabrik di Shenzhen dengan sekitar 50 pekerja yang memproduksi ruangan berpelindung magnetis yang digunakan oleh rumah sakit untuk pemeriksaan MRI dan prosedur lainnya.

Zenkel mengatakan, pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir telah mengangkat aspirasi generasi muda, yang sekarang justru melihat bidang pekerjaannya semakin tidak menarik.

“Bagi tenaga muda lebih mudah melakukan pekerjaan ini, menaiki tangga, mengerjakan beberapa pekerjaan mesin, menangani perkakas, dan sebagainya, tapi kebanyakan pemasang kami berusia 50 sampai 60 tahun,” ujarnya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya