CIANJUR - Gempa bermagnitudo (M) 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin 21 November 2022. Hingga saat ini dilaporkan terdapat 268 korban meninggal akibat bencana alam tersebut.
Gubernur Jawa Barat Ridman Kamil mengatakan bahwa para korban mayoritas anak-anak dalam bencana gempa Cianjur.
"Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak, kita sangat prihatin," kata Ridwan Kamil di Pendopo Bupati Cianjur.
Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Barat (Jabar) langsung mendirikan posko bantuan guna membantu korban gempa Cianjur.
Pendirian Posko Bantuan Binda Jabar di Cianjur, atas perintah Kepala BIN Jend Pol (Purn) Budi Gunawan, dipimpin langsung oleh Kabinda Jabar Brigjen TNI Ruddy Prasemilsa Mahks.
Baca juga: BMKG Ramal Gempa Cianjur Akan Melemah dan Berhenti 4 Hari ke Depan
Terdapat tiga posko yang didirikan, tenda pengungsi satu yang berkapasitas 60 orang. Tenda ini berisi pengungsi dari Desa Cijedil sebanyak 57 orang yang terdiri dari laki-laki 20 orang (anak-dewasa), perempuan 24 orang (anak-dewasa), dan anak bayi 13 orang.
Baca juga: Bantu Warga Terdampak Gempa, Pemuda Perindo Jabar Dirikan Posko di Cianjur
Kemudian tenda pengungsi dua dengan kapasitas 25 orang. Serta tenda untuk tenaga kesehatan dalam rangka memberikan bantuan layanan kesehatan kepada masyarakat.