Peregangan misterius
Zealandia pada mulanya merupakan bagian dari superkontinen kuno Gondwana, yang terbentuk sekitar 550 juta tahun lalu dan pada dasarnya menyatukan seluruh daratan di belahan Bumi bagian selatan.
Ia terletak di sudut timur, yang berbatasan dengan sejumlah wilayah lain, termasuk separuh dari Antartika Barat dan seluruh bagian timur Australia.
Sekitar 105 juta tahun lalu, "karena proses yang belum sepenuhnya kita pahami, Zealandia mulai meregang," ujar Tulloch.
Kerak benua biasanya memiliki kedalaman sekitar 40km — jauh lebih tebal dari kerak samudra, yang biasanya memiliki ketebalan di kisaran 10km.
Saat meregang, Zealandia tertarik sedemikian rupa sehingga kerak benuanya kini hanya 20km (12,4 mil) ke bawah. Lama-kelamaan, benua yang tipis itu tenggelam — meski tak sedalam lempengan lautan biasanya — dan menghilang ke bawah permukaan laut.
Meski tipis dan tenggelam, ahli geologi kini menetapkan Zealandia sebagai benua karena jenis-jenis bebatuan yang ada di sana.
Kerak benua cenderung terdiri dari batuan beku, metamorf dan sedimen — seperti granit, sekis, dan batu kapur, sementara dasar laur biasanya terbuat dari batuan beku seperti basal.
Namun masih banyak yang belum diketahui. Asal-usul tak biasa dari benua kedelapan ini adalah hal yang paling menarik bagi ahli geologi, dan banyak informasi yang masih sedikit membingungkan.
Misalnya, masih belum jelas bagaimana Zealandia bertahan menjadi satu dengan ukuran kerak setipis itu, dan tidak hancur menjadi benua mikro-kecil.