Kisah Pelaut Belanda Mencari Benua Misterius, Berangkat dari Batavia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 23 November 2022 05:37 WIB
Kisah pelaut Belanda mencari benua yang hilang (Foto: BBC Indonesia)
Share :

Misteri lain adalah kapan tepatnya Zealandia tenggelam — dan apakah ia pernah, pada kenyataannya, menjadi tanah yang kering.

Bagian-bagian yang saat ini berada di atas permukaan laut adalah punggung bukit yang terbentuk saat lempeng tektonik Pasifik dan Australia saling menabrak. Tulloch berkata, pendapat para ahli terbagi, antara benua itu memang sudah selalu tenggelam kecuali sejumlah pulau kecil, atau pernah sepenuhnya berada di atas permukaan laut. Ini juga menimbulkan pertanyaan tentang apa yang pernah hidup di sana.

Dengan iklim sejuk dan wilayah seluas 39 juta mil persegi (101 juta km persegi), Gondwana adalah rumah bagi beragam flora dan fauna, termasuk hewan-hewan darat berkaki empat pertama, juga hewan terbesar yang pernah hidup — titanosaurus — dalam jumlah banyak. Jadi, mungkin kah bebatuan Zealandia kini penuh dengan sisa-sisa kehidupan yang terawetkan?

Perdebatan tentang dinosaurus

Fosil hewan-hewan darat jarang ditemukan di belahan Bumi selatan, tapi sisa-sisa beberapa hewan ditemukan di Selandia Baru pada 1990-an, termasuk tulang rusuk dinosaurus raksasa, dengan ekor panjang dan leher panjang (jenis sauropoda), dinosaurus herbivora berparuh (jenis hypsilophodon), dan dinosaurus bertameng (jenis ankylosauria).

Pada 2006, tulang kaki dari seekor karnivora besar, kemungkinan sejenis allosaurus, ditemukan di Kepulauan Chatham, sekitar 800 km sebelah timur Pulau Selatan. Catatan penting, semua fosil ini berasal dari zaman ketika Zealandia sudah terpisah dari Gondwana.

Meski begitu, ini bukan berarti dahulu ada dinosaurus yang berkeliaran di seluruh bagian Zealandia. Pulau-pulau di mana hewan-hewan berada kemungkinan menjadi tempat perlindungan, sementara wilayah lainnya tenggelam, sama seperti sekarang.

"Ada perdebatan panjang tentang ini, tentang apakah mungkin ada hewan darat tanpa daratan yang saling terhubung — dan apakah tanpa itu, mereka jadi punah," ujar Sutherland.

Teori ini diperkuat oleh salah satu penghuni Selandia Baru yang teraneh dan paling dicintai, burung kiwi. Burung kecil dan gemuk yang tidak bisa terbang, memiliki kumis dan bulu seperti rambut. Kerabat terdekat kiwi bukanlah Moa — yang berada dalam kelompok yang sama, ratites, dan hidup di pulau yang sama sampai kepunahannya 500 tahun lalu.

Kerabat terdekat kiwi justru burung raksasa, yang mengintai di hutan Madagaskar sampai sekitar 800 tahun lalu. Penemuan ini membuat para ilmuwan percaya bahwa kedua burung itu berevolusi dari nenek moyang sama yang hidup di Gondwana.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya