NEW YORK – Amerika Serikat (AS) mengatakan pembatasan harga minyak Rusia akan membatasi pendapatan Rusia untuk membiayai perang ilegal di Ukraina.
Pembatasan yang disetujui oleh sekutu Barat pada Jumat (2/12/2022), ditujukan untuk menghentikan negara-negara membayar lebih dari USD60 untuk satu barel minyak mentah Rusia yang dikirim lewat laut.
Keputusan yang mulai berlaku pada Senin (5/12/2022) itu akan mengintensifkan tekanan Barat terhadap Rusia atas invasi tersebut.
Dalam pernyataan bersama, G7, Uni Eropa dan Australia mengatakan keputusan itu diambil untuk mencegah Rusia mengambil keuntungan dari perang agresi melawan Ukraina.
Baca juga: Kecam Batas Harga Minyak, Rusia Bersumpah Tidak Akan Pasok ke Negara yang Berlakukan Batasan Harga
Batas harga ini diketahui diajukan pada September lalu oleh kelompok negara industri G7, yakni AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Uni Eropa (UE). Hal ini dilakukan untuk menekan kemampuan Moskow untuk membiayai perang di Ukraina.
Baca juga: Cegah Rusia Ambil Untung dari Ekspor Minyak, G7 dan Sekutu Sepakat Batasi Harga Minyak dari Rusia
Terkait hal ini, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan batas harga juga akan semakin membatasi keuangan Presiden Rusia Vladimir Putin dan membatasi pendapatan yang dia gunakan untuk mendanai invasi brutalnya, sambil menghindari gangguan pasokan global yang dapat membuat harga bensin melonjak di seluruh dunia.