"Kita sendiri Alhamdulillah desa dan posko - posko difasilitasi sirine. Bahkan kalau ada apa-apa bisa langsung dipencet, warga dikasih pemahaman, dikasih pengertian, warga sudah tahu. ada banyak relawan ngumpul di balai desa, untuk memberikan informasi kalau seandainya erupsi lagi. Itu kan bisa membantu warga," jelasnya.
Selama ini pasca erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa setahun lalu mitigasi itulah yang terus diperkuat agar minimnya korban seperti tahun 2021 lalu, tidak terulang. Kerjasama dengan BPBD dan instansi lainnya juga disebut lebih baik, sehingga mitigasi bisa berjalan sebagaimana mestinya.
"Sering memberikan informasi dari BPBD dan tim pantau di Gunung Sawur itu. Kita kerjasama demi keamanan masyarakat. (Kordinasi dan mitigasi) lebih bagus, dan dari warga kita yang sudah dilatih Alhamdulillah sudah banyak peningkatan. Jadi tanggap daruratnya cepat," tandasnya.
(Fakhrizal Fakhri )