Sesampainya di dalam rumah, ia melihat Ricky Rizal masih memarkir mobil dan Kuat Maruf tengah berada di dapur. Saat itu, ia langsung memerintahkan Kuat untuk memanggil Brigadir J.
"Begitu masuk, saya sudah emosi waktu itu karena mengingat kelakuan Yosua kepada istri saya. Saya kemudian berhadapan dengan Yosua. Saya sampaikan ke Yosua 'kenapa kamu tega sama ibu?" kata Sambo.
"Jawaban Yosua tidak seperti yang saya harapkan, dia malah menanya balik "ada apa komandan?" Seperti menantang. Saya kemudian lupa, tidak bisa mengingat lagi, saya bilang "kamu kurang ajar." Saya perintahkan Richard untuk 'hajar Chad, kamu hajar Chad.' Kemudian ditembaklah Yosua sambil maju sampai roboh yang mulia," ucapnya.
Sambo mengatakan, kejadian penembakan itu berlangsung cepat. Hingga akhirnya, ia baru menyadari telah membunuh Brigadir J setelah melihat darah bercucuran dari tubuh mantan ajudannya itu.
"Saya kaget, kemudian saya sampaikan 'stop berhenti.' Begitu melihat Yosua jatuh kemudian sudah berlumuran darah saya jadi panik yang mulia," terang Sambo.
(Fakhrizal Fakhri )