5 Fakta Putri Candrawathi Mengaku Dilecehkan oleh Brigadir J, Selalu Menangis saat Ditanya

Rizky Syahrial, Jurnalis
Kamis 08 Desember 2022 05:30 WIB
Ferdy Sambo saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J/Foto: Antara
Share :

JAKARTA - Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, pada Rabu (7/12/2022).

Mantan jenderal bintang dua ini dihadirkan dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tiga terdakwa. Ketiga terdakwa itu ialah Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

 BACA JUGA:Ferdy Sambo : Putri Candrawathi Cinta Pertama sejak SMP, Saya Percaya 1.000%

Dalam persidangan, Ferdy Sambo mengaku panik saat mendengar istrinya Putri Candrawathi mendapat pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J. Berikut fakta-faktanya:

1. Kaget ditelepon Putri

Sambo mengaku kaget saat mendapati Putri menangis ketika meneleponnya. Saat itu, Putri masih berada di Magelang, sedangkan Sambo telah pulang lebih dulu ke Jakarta.

“Saya kaget istri saya telepon dalam kondisi nangis. Istri saya mengatakan, Pak Yosua kurang ajar terhadap saya, dia masuk ke kamar,” ujar Sambo menirukan istrinya.

 BACA JUGA:Dengarkan Kesaksian Sambo, Eliezer Tampak Geleng-geleng dan Tertawa Heran

“Saya sampaikan, loh kurang ajar bagaimana? Kok berani dia. Kamu jangan telepon dan cerita ke yang lain, karena saya khawatir," tambah Sambo.

2. Putri mengaku diancam Yosua

Saat menelepon Sambo, Putri mengaku diancam oleh Brigadir J atau Yosua. Hal itu diungkapkan Sambo ketika dirinya bilang hendak menjemput ke Magelang. Bahkan, dirinya juga hendak mengutus Kapolres Magelang untuk menjaga Putri, namun dilarang.

"Jangan Pak. Saya khawatir nanti terjadi apa-apa di sana.' Sudah kalau gitu, saya minta Kapolres untuk datang amankan kamu. ' Sudah Pak, saya takut, nanti terjadi apa-apa ada ancaman dari Yosua," tutup Sambo.

3. Putri mengaku dipegang-pegang Yosua

Di persidangan yang lain, saat menhadirkan Benny Ali sebagai saksi dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Benny menyebutkan, Putri mengaku telah dilecehkan Brigadir J dengan cara dipegang-pegang pahanya.

"Apa yang diceritakan (Putri) tentang pelecehan itu?" tanya Ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santoso di persidangan, Selasa (6/12/2022).

"Dipegang-pegang," jawab Benny Ali.

"Pahanya?" tanya hakim lagi.

"Iya," ucapnya.

4. Putri selalu nangis saat ditanya

Benny Ali pun mengungkapkan bahwa dirinya tak dapat menggali banyak keterangan dari Putri, lantaran saat ditanyai terkait dengan pelecehan seksual yang dialaminya, yang bersangkutan selalu menangis.

"Iya yang sampaikan itu karena setiap kita tanya (Putri) nangis, setiap kita tanya nangis, selesai itu kayaknya (keterangan) ibunya sudah dapat, sudah cukup, selanjutnya saya kembali ke TKP," tutur Benny Ali.

5. Putri mengaku berteriak saat dilecehkan

Benny Ali mengatakan, saat tiba di rumah Saguling, dia sempat bertanya pada Putri tentang apa yang terjadi yang dialami Putri terkait peristiwa yang terjadi di rumah Duren Tiga tersebut. Namun, kala ditanyai itu Putri selalu saja menangis.

"Maaf bu kira-kira apa yang terjadi, jadi beliau menyampaikan, beliau saat itu baru pulang dari Magelang, pakai celana pendek, istirahat di rumah Duren Tiga, sedang santai-santai abis itu nangis lagi, abis itu pak FS menambahkan lagi, (Putri) cerita lagi, selanjutnya almarhum Yosua itu melakukan pelecehan sehingga beliau berteriak selanjutnya almarhum itu keluar," papar Benny Ali mengilangi keterangan Putri kala itu.

Kepada Benny, Putri mengaku dipegang-pegang pahanya oleh Brigadir J. Dari situ lantas disimpulkan sementara oleh pihaknya, adanya dugaan pelecehan yang dialami Putri Candrawathi dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi, baik itu Bharada E, Kuat Maruf, maupun Ricky Rizal dan saksi lainnya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya