Sebuah simbol yang pensucian diri memasuki gerbang pernikahan. Dan itu dilanjutkan dengan prosesi memotong rambung calon mempelai perempuan.
Setelah Sofiatun kemudian siraman dilakukan oleh permaisuri Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.
Dengan mengucapkan doa, anggota DPD dari DIY ini menyiram tubuh Erina mulai dari kepala dilanjutkan punggung kanan baru punggung kiri.
Selanjutnya istri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X atau wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Bendara Raden Ayu (KGBRAy) Paku Alam X juga terlihat melakukan ritual yang sama untuk Erina.
Selain itu, siraman juga dilakukan istri Menteri Sekretaris Negera Pratikno, Siti Farida Pratikno; serta Sutati Muhaimin; dan Fatimatun Zahro yang merupakan kerabat dari mempelai perempuan yang dituakan.
"Memotong rambut sebagai simbol melepas lajang atau berakhirnya masa lajang bagi mempelai," kata budayawan Wigung Wratsangka sekaligus pembawa acara prosesi pernikahan.
Air siraman diambil dari 7 sumber. Di antaranya Kraton Yogyakarta; Pura Pakualaman; Pura Mangkunegaran; Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta; air zamzam dari Mekah.