"Keempat, adaptif terhadap tradisi lokal. Ada orang-orang yang tidak ramah terhadap tradisi lokal, maka dia masuk ke dalam konteks radikal," kata Nizar.
Kemenag pun telah mencanangkan tahun 2022 ini sebagai tahun toleransi. Salah satu tujuannya adalah untuk menyongsong tahun politik tahun depan.
"Tujuannya untuk menyongsong tahun politik yang akan dimulai pada tahun 2023 meski pemilunya 2024. Ini peran media sangat penting untuk ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," tukasnya.
(Susi Susanti)