Jika Tidak Ada Soeharto, Bung Karno Bisa Gagal Proklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945

Widi Agustian, Jurnalis
Selasa 13 Desember 2022 13:17 WIB
DR. dr. H. R. Soeharto Sastrosoeyoso. (Foto: Setneg)
Share :

JAKARTA - DR. dr. H. R. Soeharto Sastrosoeyoso merupakan pahlawan dari Provinsi Jawa Tengah. Soeharto merupakan sosok di balik Bung Karno bisa membacakan teks proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Kala itu, Soeharto memastikan kesehatan Soekarno jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Di mana sepulangnya Seokarno dari Rengasdengklok, yakni sehari sebelum proklamasi, Soekarno mengalami demam tinggi.

BACA JUGA:4 Percobaan Pembunuhan Terhadap Soekarno, Ditembak saat Sholat hingga Dilempar Granat   

Di saat tersebut, Soeharto mengunjungi rumah Soekarno dan memeriksa keadaannya. Demikian dilansir dari laman Setneg.

Kemudian, Soeharto melakukan observasi terhadap kondisi badan Soekarno. Setelah dicek nadi, pernafasan, dan lain-lain, Soeharto menyimpulkan bahwa Soekarno menderita sakit malaria.

Kemudian Soeharto memberikan suntikan dan obat kepada Soekarno. Setelah itu, keadaannya berangsurangsur membaik.

Karena pengobatan dari Soeharto, pada 17 Agustus 1945 pukul 09.30 Soekarno terbangun dari tidurnya setelah mendapatkan perawatan dari Soeharto.

Dan pada pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No.56, Soekarno dan M Hatta bisa mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya