JAKARTA - Partai Golongan Karya (Golkar) tetap menggunakan nomor urut yang sama seperti Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu yakni nomor 4. Nomor urut tersebut akan digunakan untuk Pemilu serentak 2024.
Sebab, Golkar menjadi salah satu dari 9 partai pemilik suara di parlemen. Sehingga, KPU mengizinkan mereka menggunakan nomor urut lama sesuai hasil Pemilu 2019.
Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan nomor empat memiliki artinya yang baik dari sisi numerologi. Sehingga hal inilah yang mendasari Partai Golkar tetap menggunakan Nomor 4.
"Dari sisi numerologi, nomor 4 nomor yang membawa rasa aman dan stabilitas, bangsa kita perlu stabilitas dan keamanan," ucapnya saat Pengundian dan penetapan Nomor Urut Partai Politik peserta Pemilu 2024 di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu, (14/12/2022).
Lodewijk menuturkan, partai berlogo pohon beringin ini tengah mencari kursi yang nyaman itu. Menurut dia, nomor urut 4 layak menjadi Presiden RI mendatang.
Baca juga: Airlangga Junjung Tinggi Perdamaian, Golkar Kecam Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar!
"Dan kita sedang mencari kursi-kursi, baik untuk RI 1 maupun untuk di anggota DPR. Baik DPR pusat, provinsi maupun kabupaten-kota," tuturnya Lodewijk.
Baca juga: Airlangga Tunggu Partai Lain Gabung ke KIB: Bernuansa Merah, Putih, dan Biru
Partai Golkar pun, kata dia, berkomitmen untuk membangun Pemilu 2024 yang Luber dan Jurdil.
"Berkaca pada 2019 kita terpecah pada politik indentitas dan polarisasi, kita tidak ingin begitu, mari kita ciptakan Politik yang penuh ide di 2024 Kita akan lewati dengan kebersamaan," katanya.