Meriam Mematikan Kesultanan Cirebon yang Buat Kerajaan di Tanah Sunda Bertekuk Lutut

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 16 Desember 2022 06:30 WIB
Perang kerajaan (foto: dok istimewa)
Share :

Hanya di bagian timur pasukan Cirebon bergerak lebih jauh ke selatan. Pertempuran dengan Galuh terjadi tahun 1528. Di sini pun terbukti lagi ketergantungan terhadap Demak. Kemenangan Cirebon tercapai karena pasukan meriam Demak datang membantu tepat pada saat pasukan Cirebon mulai terdesak mundur.

Laskar Galuh tidak berdaya menghadapi "panah besi yang besar, menyemburkan kukus ireng, bersuara seperti guntur, dan memuntahkan logam panas." Tombak dan anak panah mereka lumpuh karena meriam. Jatuhlah Galuh dan dua tahun kemudian jatuh pula kerajaan Talaga, benteng terakhir Kerajaan Galuh.

Sumedang masuk ke dalam lingkaran pengaruh Cirebon dengan dinobatkannya Pangeran Santri menjadi Bupati Su-medang pada tanggal 21 Oktober 1530. la adalah cucu Pangeran Panjunan kakak ipar Syarif Hidayat. Buyut Pangeran Santri adalah Syekh Datuk Kahfi pendiri pesantren pertama di Cirebon. la menjadi bupati karena pernikahannya dengan Satyasih, Pucuk Umum Sumedang. Secara tidak resmi Sumedang menjadi daerah pengaruh Cirebon.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya