JAKARTA - Hendra Kurniawan mengaku, dia melihat Ferdy Sambo mengumpulkan Bharada E atau Richard Eliezer, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf di bilik pemeriksaan Biro Provos Polri pasca Sambo menghadap Pimpinan Polri.
Hendra mengatakan, saat di kantor Propam Polri, dia sempat bertanya pada Bharada E tentang peristiwa yang terjadi di bekas rumah dinas Ferdy Sambo pada tanggal 8 Juli 2022. Pasalnya, dia tak tahu seperti apa kejadian yang membuat Brigadir J tewas.
"Bertemulah saya dengan Bharada E, saya tanya-tanya ternyata ada peristiwa di Magelang, ketika di sekolah Taruna Nusantara, dia mengantarkan makanan, di telpon Ibu PC dengan nada supaya cepat kembali. Belum cerita lebih banyak, saya didatangi pak Benny Ali, kita dipanggil Pimpinan Polri," ujar Hendra di persidangan terdakwa Irfan Widyanto, Jumat (16/12/2022).
Menurutnya, saat hendak menghadap Pimpinan Polri bersama Benny Ali, dia sempat bertemu Ferdy Sambo di lantai bawah menanyakan hendak kemana, yang dijawab olehnya mereka tengah dibutuhkan Pimpinan Polri. Sambo mengatakan padanya, Sambo juga bakal menghadap Pimpinan Polri.
"Saat di ruang transit pimpinan, beliau (Kapolri) menanyakan masalah tersebut, dijelaskan pak Benny, terus ada dugaan sebelumnya masalah pelecehan seksual ini, masalahnya pelecehan ini yang tau betul pak FS karena saya tidak pernah bertemu bu PC," tuturnya.
Hendra menerangkan, Benny Ali memang sempat bertemu Putri Candrawathi, tapi informasi yang diterima Benny pun tidak begitu. Pimpinan Polri lantas memerintahkan agar peristiwa itu ditangani secara profesional dan prosedural sekalipun kejadiannya di tempat Kadiv Propam.
"Ketika diperintahkan untuk memanggil, ternyata pak FS sudah menunggu di ruangannya Spri pimpinan, akhirnya ketika (FS) masuk, pimpinan memerintahkan, kalian berdua keluar dulu, saya mau bicara sama pak FS," jelasnya.