PISCACUCHO – Sekitar 200 wisatawan yang terjebak di situs wisata terkenal Machu Picchu akibat kerusuhan di Peru akhirnya bisa dievakuasi. Beberapa dari mereka pun mengatakan tidak akan melupakan kejadian itu.
Alex Lim, seorang warga Kanada berusia 41 tahun di antara 200 turis yang dievakuasi pada Sabtu (17/12/2022) ) dari benteng Inca karena kerusuhan di Peru mengaku tak akan melupakan apa yang terjadi di Machu Picchu.
"Machu Picchu hebat, tapi kami akan mengingat lebih lama hari-hari stres yang mengikutinya. Tak terlupakan," terangnya, dikutip AFP.
BACA JUGA: Peru Umumkan Keadaan Darurat Setelah Protes Berdarah yang Dipicu Krisis Politik
Lim dan istrinya Kate termasuk di antara 500 orang yang kebanyakan asing tetapi juga turis Peru yang terdampar pada Selasa (13/12/2022) di kaki Situs Warisan Dunia di kota kecil Aguas Calientes setelah jalur kereta diblokir oleh para demonstran yang memprotes pemecatan dan pemenjaraan mantan presiden Pedro Castillo.
Karena kereta api adalah satu-satunya jalan masuk atau keluar dari Aguas Calientes, para wisatawan mendapati diri mereka terjebak selama lima hari di kamar hotel desa tanpa barang-barang mereka, karena sebagian besar telah tinggal di kota kekaisaran Inca di Cusco, yang terletak 110 km jauhnya.
"Saya merasa lebih baik sekarang," ujar Lim.
"Kami agak khawatir. Saya tidak punya obat untuk hipertensi pada awalnya. Kami hanya punya pakaian untuk satu hari,” lanjutnya.