Atas dasar itu, dia memprediksi jika nantinya ibukota Indonesia pindah ke IKN, pertempuran pertama akan cenderung ke arah aircentric atau udara. Dengan demikian, hal ini menyadarkan Indonesia agar harus bersiap untuk melakukan adopsi sistem pertahanan yang lebih modern karena serangan udara saat ini telah menggunakan teknologi tinggi.
"Kajian kami kira-kira pertempuran pertama di IKN itu cenderung aircentric, pertempuran udara dengan memanfaatkan teknologi-teknologi baru, cenderung hibrid dan pertempuran awal cenderung high tech,"ujar dia.
"Teknologi-teknologi baru ini kami latih terus-menerus untuk kemudian diusulkan diadopsi oleh kementerian pertahanan mabes tni termasuk penguatan pertahanan IKN ke depan,"tutup dia.
(Fahmi Firdaus )