Zelensky Berpidato di Kongres AS, Serukan Dukungan Bipartisan untuk Ukraina

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 22 Desember 2022 13:06 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato di Kongres Amerika Serikat di Gedung Capitol, Washington, Amerika Serikat, 21 Desember 2022. (Foto: Reuters)
Share :

WASHINGTON - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato di depan Kongres Amerika Serikat (AS) pada Rabu, (21/12/2022) dalam kunjungan pertamanya ke luar negeri sejak invasi Rusia Februari lalu. Dalam pidatonya, Zelensky menyampaikan harapan agar Kongres AS terus mendukung Ukraina meski terjadi pergantian kepemimpinan pada awal Januari 2023.

Zelensky mengatakan bahwa bantuan senilai miliaran dolar yang digelontorkan AS ke Ukraina bukanlah amal, melainkan sebuah investasi.

"Uang Anda bukan amal," kata Zelensky, mengenakan seragam khaki yang telah menjadi seragam publiknya selama 300 hari konflik. "Ini adalah investasi dalam keamanan global dan demokrasi."

Pidato Zelensky ini terutama ditujukan pada faksi Partai Republik yang akan mengambil kepemimpinan Kongres AS pada 3 Januari 2023. House Republicans, sebutan untuk faksi tersebut, telah menyuarakan skeptisisme yang meningkat mengenai pengiriman begitu banyak bantuan untuk Ukraina.

Kedatangan Zelensky disambut dengan tepuk tangan meriah di ruangan yang hampir penuh. Tiga anggota mengangkat bendera Ukraina yang besar saat dia masuk.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk berada di Kongres AS dan berbicara kepada Anda dan semua orang Amerika. Melawan semua skenario malapetaka dan kesuraman, Ukraina tidak jatuh. Ukraina hidup dan berkembang," kata Zelensky sebagaimana dilansir Reuters.

"Kami mengalahkan Rusia dalam pertempuran memperebutkan pikiran dunia," katanya.

Anggota DPR dan senator dari kedua belah pihak melompat berdiri berulang kali untuk menyemangati bagian dari pidato Zelenskiy dalam bahasa Inggris seperti, "Ukraina mempertahankan garisnya dan tidak akan pernah menyerah," karena dia menyamakan pertempuran negaranya melawan pasukan Moskow dengan pertempuran besar di Perang Dunia Kedua. dan bahkan Revolusi Amerika.

Zelensky bergabung dengan daftar panjang para pemimpin dunia untuk berpidato pada pertemuan bersama Senat dan DPR, sebuah tradisi yang dimulai pada 1874 dengan kunjungan Raja Kalakaua dari Hawaii dan termasuk kunjungan masa perang yang hampir legendaris oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, serta raja, ratu dan seorang paus.

Tidak ada tanda-tanda pembicaraan damai untuk mengakhiri perang dan baik Rusia maupun Ukraina telah mengisyaratkan kesediaan untuk terus berperang, meskipun Zelensky mengatakan dia membahas formula perdamaian Ukraina 10 poin dengan Biden.

"Saya senang Presiden Biden mendukung inisiatif perdamaian kami hari ini. Anda masing-masing hari ini bapak ibu dapat membantu pelaksanaannya untuk memastikan bahwa kepemimpinan Amerika tetap solid, bikameral, dan bipartisan," kata Zelensky kepada anggota parlemen.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya