JAKARTA - Sering melihat tentara memakai cat samaran di wajahnya? Cat samaran wajah yang dipakai itu bertujuan untuk memberikan kamuflase agar aman saat bersembunyi atau berlindung dari pandangan musuh.
Sama seperti halnya seragam loreng yang dipakai tentara. Pola dan warna di seragam itu dapat membantu tentara untuk berkamuflase saat di medan perang.
Di dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI), terdapat tiga jenis warna motif loreng sesuai dengan kondisi lapangan.
BACA JUGA:Kisah Serda Ucok Jadi Pasukan Kopassus, Jalani Latihan Keras 3 Tahap Sekaligus dalam 7 Bulan
Dalam TNI Angkatan Darat (AD), seragamnya memakai warna hijau, hitam, dan coklat tua. Cocok di dalam pertempuran darat, seperti hutan. Lalu Angkatan Laut (AL), seragamnya memakai warna coklat, abu-abu, dan hitam. Sementara pada Angkatan Udara (AU), seragamnya memakai motif loreng warna biru langit.
Definisi Kamuflase
Secara definisi, kamuflase dalam militer merupakan seni dan praktik penyembunyian dan penipuan visual dalam perang. Kata kamuflase berasal dari bahasa Prancis ‘camoufler’ yang artinya untuk menyamar.
BACA JUGA:Cerita Mistis Prajurit Kopassus 18 Hari Hilang di Hutan Papua, Ditemani Tiga Makhluk Gaib
Sejarah Kamuflase
Mengutip dari Britannica, cara kamuflase dalam militer mulai digunakan ketika perang udara diperkenalkan pada saat Perang Dunia I.
Perkembangan pesawat militer dapat mengekspos posisi musuh saat pengintaian udara dan dapat digunakan untuk mengarahkan tembakan artileri serta mengantisipasi potensi serangan.