JAKARTA - Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo mengaku terkejut saat mengetahui bahwa pada saat itu Brigadir J masih hidup, ketika dirinya tiba di Rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan. Padahal, pada saat itu ia membuat skenario bahwa dirinya melihat Brigadir J telah tewas saat tiba di rumahnya.
Awalnya, Jaksa bertanya kepada Ferdy Sambo tentang bagaimana Chuck Putranto bisa menguasai DVR CCTV Komplek Duren Tiga setelah peristiwa tersebut terjadi.
"Saya tidak tahu. Yang jelas di tanggal 11 Juli saya minta dia untuk membuat Copy dan lihat isinya," jelas Ferdy Sambo kepada Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (23/12/2022).
BACA JUGA:Provos Bersenjata Laras Panjang Datangi Rumah Ferdy Sambo, Chuck Panik dan Naik Motor ke TKP
Sambo mengaku hanya memerintahkan Chuck untuk menyalin rekaman CCTV dan melihat isinya. Sambo pun mengaku tidak menyangka bahwa rekaman CCTV tersebut akan membuyarkan skenario tembak menembak.
"Saya tidak fokus pada CCTV, karena saya tidak berpikir CCTV itu akan membuyarkan cerita yang saya bangun. Karena pada tanggal 13 Juli Arif menyampaikan bahwa Brigadir J masih hidup pada saat saya masuk," jelasnya.
Ia pun terkejut mendengar bahwa Brigadir J masih dalam kondisi hidup pada saat itu.
"Tanggal 13 Juli Arif Rachman lapor, bukan Chuck?" tanya jaksa.
BACA JUGA:Ferdy Sambo Heran Baiquni Wibowo sampai Terlibat Penyalinan CCTV Duren Tiga