Strategi Majapahit dan Raden Wijaya Serang Balik 20 Ribu Pasukan Mongol

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 25 Desember 2022 07:21 WIB
Illustrasi perang kerajaan (foto: dok ist)
Share :

KECERDIKAN Raden Wijaya dalam menghimpun strategi menaklukkan musuh konon terlihat saat pasukan Mongol menyerbu Kediri. Raden Wijaya yang melarikan diri dari ibu kota Kerajaan Singasari menuju Madura di bawah wilayah penguasaan Arya Wiraraja.

Saat itu pasukan Mongol menuju wilayah Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang. Tercatat ada pasukan sekitar 20.000 pasukan Mongol mendarat di tepi Sungai Brantas.

Sayang kekuatan pasukan Mongol ini sedikit berkurang, karena pengiriman logistik yang dihalangi oleh Raja Champa. Raja Champa sendiri merupakan sekutu Kertanagara semasa memimpin Kerajaan Singasari.

 BACA JUGA:Gempa Bumi Mengguncang Majapahit Sebelum Gajah Mada Jadi Mahapatih

Sebagaimana dikutip dari buku "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit" dari Earl Drake, hampir tiga bulan pasukan Mongol tidak bisa beristirahat dan sama sekali belum mendapat kiriman logistik. Hal inilah yang mencoba dimanfaatkan oleh Raden Wijaya dan Arya Wiraraja untuk membendung kedatangan pasukan Mongol.

Keduanya mencoba memainkan negosiasi dengan pasukan Mongol yang dipimpin oleh Shih-Pi. Pertemuan negosiasi ini dilakukan sebelum bergerak menuju Singasari untuk melakukan penyerbuan ke Kediri. Di pertemuan itu mereka mengaku sebagai teman lama Kubilai Khan.

Raden Wijaya menjelaskan, dirinyalah yang menggantikan Raja Kertanagara yang dibunuh oleh Raja Kediri Jayakatwang. Raden Wijaya juga menawarkan bantuan logistik dan mengerahkan pasukannya sendiri demi membantu penyerbuan bersama terhadap raja yang telah menghancurkan Kerajaan Singasari.

 BACA JUGA:Ketika Dua Raja Perempuan Anak Raden Wijaya Memimpin Majapahit Bersamaan

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya