Psikolog Klinis Jelaskan Ketakutan Bharada E

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Senin 26 Desember 2022 15:19 WIB
Bharada E. (Antara)
Share :

JAKARTA - Ahli psikolog klinis, Liza Marielly Djaprie, menjelaskan kondisi ketakutan Bharada E atau Richard Eliezer. Ketakutan Bharada E itu mengalami transformasi dalam perjalanannya. Hal itu disampaikan Liza di persidangan dugaan kasus pembunuhan Brigadir J pada Senin (26/12/2022).

"Ketika dari awal kan ketakutan itu sangat jelas. Ketika pertama kali bertemu jelas sekali ada gestur takut, gestur cemas, gestur dia bagaimana ini ke depannya, nanti ini harus seperti apa. Itu banyak menampilkan gestur tubuh cemas dan takut seperti itu, bermain-main tangan, menghindari kontak mata. Hal demikian itu terlihat sekali," ujar Liza di persidangan kasus dugaan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/12/2022).

Menurutnya, seiring waktu ketakutan karena emosi tersebut sesuatu yang sangat dinamis sehingga biasanya berubah atau bisa disebut bertransformasi. Itu termasuk ada proses adaptasi, pembelajaran, level up, mulai yakin ada kepercayaan diri. Ada yang namanya intelligence disobedience atau proses-proses intelijen analisisnya dia mulai jalan.

Sebelumnya, ketika yang banyak berperan itu amigdala atau otak emosi, dia merasakan takut, cemas, dan khawatir. Tapi seiring waktu ketika perlahan-lahan mulai ada dukungan baik dari orang tua, dari para penasihat hukum, dari banyak hal, analisanya mulai berjalan dengan apa yang harus dia lakukan alias bertransformasi.

Dia menerangkan, emosi takut tersebut bertransfromasi menjadi kecenderungan hipomania. Hal itu bisa dilihat dari hasil tes Bharada E. Hipomania adalah kondisi psikologis seseorang yang tampak sangat berenergi dan bersemangat, berbeda dari biasanya.

"Jadi setelah takut sepertinya kemudian Richard memutuskan untuk 'oke saya harus melakukan sesuatu atas kondisi ini’. Jadi terlihat semangatnya tersebut. Tapi di sisi lain, hipomania masih menutupi kecemasan yang terpendam. Jadi itu kan mekanisme diri, ok aku harus melakukan sesuatu nih, tapi sebenarnya di dalam dia masih cemas karena terlihat yang dalam tes MMPI atau Minnesota Multiphasic Personality Inventory, itu ada 10 parameter," tutur Liza.

Dia menambahkan, pihaknya melihat parameter psikologi seberapa tinggi level psikologi, seberapa tinggi level skizofrenia, seberaps tinggi level obsesif kompulsif dengan 10 parameternya. Adapun paling tinggi prameter Bharada E adalah hipomani, dimana hipomania sudah jelas berarti ada kecemasan yang ditutupi olehnya dengan cara mencoba berenergi dan bersemangat sekali.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya