Namun dia mengatakan gagasan penyelesaian damai yang mencegah persidangan Putin adalah "prospek yang mengerikan" yang akan menjadi "penolakan keadilan sepenuhnya bagi rakyat Ukraina".
Sebagai tanggapan, ICC menolak pernyataan "tekanan atau pengaruh" apa pun terhadap jaksa penuntut, Karim Khan, untuk menunda penyelidikan.
“Khan telah mencatat berulang kali ... untuk menunjukkan bahwa akuntabilitas adalah keharusan yang harus dicapai,” terang pernyataan ICC.
Pernyataan ini menambahkan bahwa jaksa telah bekerja di Ukraina untuk mengumpulkan bukti kejahatan perang dan surat perintah penangkapan akan dikeluarkan ketika cukup bukti telah dikumpulkan.
Seperti diketahui, Sir Geoffrey bekerja dengan Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) antara 1998 dan 2006.
Dia memimpin kasus melawan mantan pemimpin Serbia Slobodan Milosevic, yang diadili di Den Haag pada 2002 atas kejahatan perang yang dilakukan di Kroasia, Bosnia dan Kosovo.
Milosevic - dulu dikenal sebagai "tukang daging dari Balkan" - meninggal di penjara sebelum persidangan selesai.
(Susi Susanti)