RUSIA - Rusia tampaknya akan merebut kota tambang garam Soledar di timur Ukraina. Jatuhnya kota kecil itu akan memungkinkan pasukan Rusia mengepung kota terdekat Bakhmut. Kyiv menyebut situasi di sana sangat sulit. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan "hampir tidak ada kehidupan" yang tersisa di Soledar dan "tidak ada tembok yang tersisa".
Dia juga memuji ketahanan pasukannya. Dia mengatakan seluruh tanah di dekat Soledar ditutupi dengan jenazah penjajah.
"Seperti inilah kegilaan itu," ujarnya, dikutip BBC.
Untuk saat ini, Ukraina mengklaim garis pertahanan menahan serangan gencar Rusia. Tapi Zelensky telah mengakui bahwa bisa berubah.
"Ini sangat sulit," katanya dalam pidato rutinnya setiap malam pada Senin (9/1/2023).
"Tetapi karena ketangguhan prajurit kami di Soledar, kami mendapatkan waktu tambahan untuk Ukraina,” lanjutnya.
Kepentingan strategis Soledar masih diperdebatkan, tetapi penguasaannya akan signifikan karena dua alasan.
Pertama, itu akan memungkinkan pasukan Rusia untuk beringsut lebih dekat ke kota regional Bakhmut. Rusia dapat menggunakan akses ke jaringan terowongan tambang garam Soledar yang dalam dan mirip kota, yang tidak aktif sejak April, untuk menembus wilayah yang dikuasai Ukraina.