Wapres mengatakan bahwa ketika penjajah datang lagi ke Indonesia, dimana tentara keamanan atau polisi belum terkonsolidasi, namun ketika itu Hasyim Ashari sudah tampil untuk membuat Fatwa Jihad.
“Seperti ketika (penjajah) datang ke Indonesia, ketika itu Indonesia baru merdeka, tentara belum terkonsolidasi, polisi belum terkonsolidasi, penjajah datang lagi, ketika saat itulah Hadratus Syekh Hasyim Ashari tampil membuat fatwa wajib, fardhu ain untuk mengusir Belanda dan itu menggerakkan gerakan perlawanan sehingga penjajah diusir kembali,” katanya.
“Itu memang bagian daripada himayatul wathan yang dilakukan oleh para ulama,” tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)