JAKARTA – Tindakan orangtua murid salah satu SD Negeri di Gorontalo yang memotong paksa rambut seorang guru menjadi viral di media sosial. Orangtua murid itu dikatakan tidak terima karena sang guru mencukur rambut anaknya yang panjang dan tidak terawat untuk mendisiplinkannya.
Akun Facebook Insan Dai menceritakan kejadian itu dialami oleh Ulan Hadji, guru SDN 13 Paguyaman, Gorontalo. Namun alih-alih mendapat permintaan maaf, Ulan Hadji justru terpaksa berdamai dengan menandatangani surat permintaan maaf, dan mengakui bahwa dirinya salah dan khilaf.
Insan Dai mempertanyakan tindakan dari pihak sekolah dan PGRI Paguyaman yang seharusnya melakukan mediasi, namun malah menempuh jalan damai dengan surat yang dianggap menyudutkan guru tersebut. Dia memperingatkan PGRI Paguyaman untuk menindaklanjuti kejadian ini, jika tidak, para guru yang akan mengambil tindakan.
“Jika tidak ada tindak lanjut dari pihak2 terkait maka kami akan atas nama seluruh guru akan menindaklanjuti permasalahan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Insan Dai bertanya apakah sekolah sudah tidak lagi berhak mendisiplinkan anak didik. Dia mendesak pemerhati pendidikan untuk menyoroti kejadian ini agar kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Baca Berita Selengkapnya: Viral, Oknum Orangtua Siswa Gunting Paksa Rambut Guru karena Tak Terima Anaknya Dicukur
(Rahman Asmardika)