Kendati demikian, Guswanto mengimbau masyarakat tetap tenang terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
“Ini artinya perlu diwaspadai untuk terjadinya cuaca ekstrem. Jadi, tidak perlu kita terlalu keras terhadap potensi bencana hidrometeorologi, yang penting adalah bagaimana memastikan kesiapsiagaan kita sendiri menghadapi cuaca ekstrem,” katanya.
"Pertama, misalkan mengenali lingkungan kita tempat tinggal kita, yang kedua melihat bagaimana perubahan cuaca harian hari demi hari bahkan jam demi jam berdasarkan informasi yang diberikan oleh BMKG,” kata Guswanto.
Masyarakat juga diminta melakukan penataan lingkungan yang lebih ramah terhadap bencana, sehingga bisa meminimalisir bencana jika dilanda cuaca ekstrem.
“Kemudian barangkali juga seperti melakukan pemangkasan pohon dan lain sebagainya. Dan yang terakhir adalah kita harus tune in dalam informasi yang disampaikan oleh beberapa stakeholder pemerintah misalkan dalam koordinasi bencana seperti apa, dalam informasi peringatan dini seperti apa dan lain seterusnya,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )