Diduga Terlibat Kasus Penyiksaan Pengusaha, 2 Rumah Megah dan Kapal Pesiar Mewah Wapres Guinea Khatulistiwa Disita di Afsel

Susi Susanti, Jurnalis
Selasa 14 Februari 2023 11:49 WIB
Wakil Presiden Guinea Katulistiwa (Foto: AFP)
Share :

JOHANNESBURG - Pejabat Afrika Selatan (Afsel) telah menyita kapal pesiar mewah atau superyacht dan dua rumah mewah milik Wakil Presiden (Wapres) Equatorial Guinea (Guinea Khatulistiwa) Teodoro Nguema Obiang.

Pengadilan memerintahkan penyitaan setelah pengusaha lokal Daniel Janse van Rensburg memenangkan gugatan hukum terhadap Obiang atas penangkapan dan penyiksaan yang melanggar hukum.

Dia telah menuntut kompensasi sekitar USD2,2 juta (Rp33 miliar). Dia mengaku ditahan secara tidak sah di Guinea Khatulistiwa selama sekitar 500 hari setelah kesepakatan bisnis gagal.

BACA JUGA: Arab Saudi Akan Bangun Kapal Pesiar Super Mewah Berbentuk Kura-Kura Raksasa, Telan Biaya hingga Rp125 Triliun 

Wakil presiden, putra penguasa terlama di dunia, belum mengomentari kasus tersebut.

 BACA JUGA: Gelombang 'Aneh' di Afrika Selatan Tewaskan 3 Pengunjung Pantai dan 17 Orang Terluka

Dia dan Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo telah lama dituduh menguasai Guinea Khatulistiwa yang kaya minyak sebagai wilayah kekuasaan pribadi mereka, dan menyalahgunakan kekayaan dan sumber dayanya.

Ini adalah yang terbaru dari serangkaian putusan yang dikeluarkan terhadapnya oleh pengadilan di seluruh dunia.

"Kami melampirkan dua rumah ... di Cape Town dalam aplikasi resmi dua minggu lalu dan superyacht Selasa lalu," kata pengacara Errol Eldson, yang mewakili pengusaha tersebut, kepada kantor berita AFP.

Permohonan untuk melelang aset telah diajukan, tambahnya.

Van Rensburg diketahui telah melakukan perjuangan hukum yang panjang melawan wakil presiden di pengadilan Afsel, dan menerbitkan sebuah buku pada tahun lalu tentang bagaimana perjalanan bisnis ke Guinea Khatulistiwa pada 2013 "berubah menjadi perjalanan ke neraka" setelah penahanan yang mengerikan di penjara Black Beach yang terkenal kejam

Eldson mengatakan kepada AFP bahwa kliennya telah mendirikan sebuah maskapai penerbangan di Guinea Ekuatorial dengan seorang politisi lokal yang menarik diri dari usaha tersebut pada menit terakhir dan menuntut pengembalian uang.

Pengacara mengatakan perselisihan tersebut menyebabkan politisi tersebut menelepon Wakil Presiden Obiang dan dalam waktu 10 menit sebuah unit pasukan keamanan elit menjemput Daniel dan menjebloskannya ke penjara Black Beach.

Obiang secara luas terlihat dipersiapkan oleh ayahnya - yang telah berkuasa selama 43 tahun - untuk menggantikannya.

Bulan lalu, dia memerintahkan penangkapan saudara tirinya atas penjualan jet.

Saudara tirinya diduga mengantongi hasil penjualan tersebut. Dia belum mengomentari tuduhan itu secara terbuka.

Wakil presiden - yang terkenal dengan gaya hidupnya yang mewah - juga pernah berurusan dengan hukum.

Pada 2014, pihak berwenang AS menyita sebuah rumah mewah senilai USD30 juta (Rp455 miliar) di Malibu dan aset lainnya, termasuk sebuah mobil Ferrari, dengan mengatakan bahwa mereka telah dibeli dengan hasil korupsi.

Dua tahun kemudian, jaksa Swiss menyita 11 mobil mewah miliknya. Mobil-mobil itu - di antaranya Bugatti, Lamborghini, Ferraris, Bentleys, dan Rolls Royce - dijual di lelang dengan harga sekitar USD27 juta (Rp410 miliar).

Dia juga didenda dan dijatuhi hukuman percobaan oleh pengadilan Prancis pada 2021 karena menggunakan uang publik untuk mendanai gaya hidup mewah di negara Eropa tersebut. Dia membantah melakukan kesalahan.

Di tahun yang sama, Inggris memberlakukan sanksi "antikorupsi" padanya.

Para pejabat mengatakan dia memiliki koleksi memorabilia Michael Jackson, termasuk sarung tangan berlapis kristal seharga USD275.000 (Rp4 miliar) yang dikenakan mendiang penyanyi itu pada tur Bad 1980-an.

Inggris mengatakan sanksi baru itu menargetkan individu yang telah "mengisi kantong mereka sendiri dengan mengorbankan warganya".

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya