Saudara tirinya diduga mengantongi hasil penjualan tersebut. Dia belum mengomentari tuduhan itu secara terbuka.
Wakil presiden - yang terkenal dengan gaya hidupnya yang mewah - juga pernah berurusan dengan hukum.
Pada 2014, pihak berwenang AS menyita sebuah rumah mewah senilai USD30 juta (Rp455 miliar) di Malibu dan aset lainnya, termasuk sebuah mobil Ferrari, dengan mengatakan bahwa mereka telah dibeli dengan hasil korupsi.
Dua tahun kemudian, jaksa Swiss menyita 11 mobil mewah miliknya. Mobil-mobil itu - di antaranya Bugatti, Lamborghini, Ferraris, Bentleys, dan Rolls Royce - dijual di lelang dengan harga sekitar USD27 juta (Rp410 miliar).
Dia juga didenda dan dijatuhi hukuman percobaan oleh pengadilan Prancis pada 2021 karena menggunakan uang publik untuk mendanai gaya hidup mewah di negara Eropa tersebut. Dia membantah melakukan kesalahan.
Di tahun yang sama, Inggris memberlakukan sanksi "antikorupsi" padanya.
Para pejabat mengatakan dia memiliki koleksi memorabilia Michael Jackson, termasuk sarung tangan berlapis kristal seharga USD275.000 (Rp4 miliar) yang dikenakan mendiang penyanyi itu pada tur Bad 1980-an.
Inggris mengatakan sanksi baru itu menargetkan individu yang telah "mengisi kantong mereka sendiri dengan mengorbankan warganya".
(Susi Susanti)