3 Alasan Papua Masuk ke Indonesia, Nomor Satu Penyerahan Kekuasaan Belanda

Nevriza Wahyu Utami, Jurnalis
Rabu 15 Februari 2023 05:03 WIB
Pulau Papua (Foto : Wikipedia)
Share :

2. Operasi militer

Menghadapi sikap keras Belanda, Indonesia melakukan konfrontasi militer. Pada Desember 1961, Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat (KOTI Pemirbar) dibentuk, dengan Presiden Soekarno menjabat sebagai panglima besar. KOTI Pemirbar merumuskan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang berisi komando untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda kolonialis, mengibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia, dan bersiap untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

Kemudian, pada Januari 1962 dibentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang dipimpin Brigjen Soeharto untuk menyelenggarakan operasi militer. Namun, terjadi insiden di Laut Aru yang menewaskan Komodor Yos Sudarso dan awak kapalnya. Ketegangan antara Indonesia-Belanda meruncing, hingga akhirnya tercapai kesepakatan yang disebut Perjanjian New York pada 1962.

3. Keinginan Rakyat Papua

Perjanjian New York pada 1962 mensyaratkan dilaksanakannya Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) bagi rakyat Papua untuk dapat memutuskan sendiri untuk bergabung dengan Indonesia atau sebaliknya. Berdasarkan hasil Pepera yang berlangsung pada 1969, sebanyak 1.025 rakyat Papua memberi dukungannya kepada pemerintah Indonesia.

Hasil ini kemudian disahkan PBB dalam Sidang Umum yang berlangsung pada 19 November 1969. Secara de facto masyarakat Papua memilih untuk bersatu dengan wilayah NKRI. Presiden Soekarno kemudian menetapkan prioritas khusus untuk Papua dengan pendekatan nasionalisme dan keragaman. Pembangunan Papua dilakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan fisik, sekaligus juga menyelaraskan pembangunan Papua dengan pembangunan daerah lain dalam rangka pembangunan nasional secara keseluruhan.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya