TANGERANG SELATAN - Pihak pengusaha tak mau membuka ruang mediasi soal penutupan akses jalan Gang Besan dengan tembok beton di Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).
Mediasi sempat digelar di Kantor Kelurahan Rawa Buntu pada Selasa 7 Februari 2023 malam. Seluruh perwakilan hadir, termasuk pihak terkait dari pemerintah. Namun mediasi buntu lantaran pihak pengusaha yang menutup jalan dengan tembok tak jadi datang.
Perwakilan pengusaha, Bayu Supranoto (41), menegaskan bahwa pihaknya memang sengaja tak mau lagi berunding soal penutupan akses jalan Gang Besan dengan tembok. Sebab, lahan itu akan segera dibangun tempat komersil seperti gedung parkir.
"Sudah tidak ada lagi yang bisa diperjuangkan, sudah basi. Tidak akan sejengkal pun kami beri akses jalan di Gang Besan, itu sudah final," katanya ditemui di sekitar lokasi penutupan tembok, Selasa 14 Februari 2023.
Baca juga: Usai Pagar Beton Haji Ruli, Kini Muncul Tembok Warga Blokir Jalan dan 4 Rumah
Menurut Bayu, pihaknya berhak menutup lahan yang sempat dijadikan akses jalan gang tersebut berdasar sertifikat nomor 145 yang dimiliki. Bahkan, dirinya memertanyakan dasar pemasangan konblok serta gapura Gang Besan di lahan itu.
"Pemasangannya nggak ada izin ke kita, itu juga bisa kita persoalkan," ucapnya.
Baca juga: Tembok di MTs 19 Cilandak Roboh saat Ada Aktivitas Belajar, 3 Orang Tewas dan 18 Luka
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan meminta pengertian dari pengusaha yang menutup jalan agar membuka kembali akses Gang Besan.
"Mudah-mudahan yang bersangkutan yang nutup, mengertilah dan kembali membuka jalan tersebut untuk masyarakat. Nanti kita lihat dulu ini kan masalahnya apa, kita harus tahu dulu masalahnya, setelah tahu masalahnya baru kita selesaikan," kata Pilar di Ciputat Timur beberapa hari lalu.
Pilar sendiri akan memahami lebih dulu persoalan di lapangan terkait penutupan tembok di lokasi. Dia segera memanggil Camat dan Lurah guna memaparkan kronologi yang berujung penutupan lases Gang Besan.
"Nanti saya coba panggil lurah biar lurah coba mediasi ke warga, masalahnya apa sih? kan itu kalau misalkan jalan umum, kasihan warga yang lain. Ya ini untuk kerukunan lah, jangan lah seperti itu. Kalau ada masalah antar warga, coba kira-kira apa yang bisa diselesaikan, nanti kita coba mediasi," tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )