5 Jenderal TNI Berdarah Batak yang Memiliki Banyak Prestasi Gemilang

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis
Kamis 16 Februari 2023 06:50 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA- 5 Jenderal TNI berdarah Batak yang memiliki banyak prestasi gemilang ini menarik untuk diulas. Sejumlah jenderal TNI yang memiliki darah Batak ini telah membuktikannya.

Berikut 5 jenderal TNI berdarah Batak yang memiliki banyak prestasi gemilang.

1. Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution

Nama Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Pria yang karib disapa AH Nasution ini lahir dari keluarga Batak Mandailing, desa Hutapungkut, Sumatera Utara.

Semasa hidupnya, AH Nasution pernah menjabat sebagai pimpinan tinggi Angkatan Bersenjata Indonesia tahun 1962. Ia juga menjadi salah satu jenderal yang menadi sasaran G30S PKI. Beruntung ia bisa selamat meski sang putri, Ade Irma Suryani harus menjadi korban.

Sebelum kematiannya, AH Nasution juga pernah menduduki kursi Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia (1959-1966) dan Ketua MPR (1966-1972). Ia juga dianugerahi pangkat Jenderal Besar bintang lima pada 1997.

2. Jenderal TNI (Purn) Maraden Panggabean

Selanjutnya ada Jenderal TNI (Purn) Maraden Panggabean yang lahir di Tarutung, Sumatera Utara, pada 29 Juni 1922. Pemilik nama lengkap Maraden Saur Halomoan Panggabean ini pernah menjadi Panglima ABRI pada 1973-1978 untuk menggantikan Soeharto.

Tak hanya itu saja, Maraden Panggabean juga aktif sebagai politikus dan tergabung bersama Partai Golkar. Ia juga menjabat sebagai ketua penasehat di Lembaga Permufakatan Adat dan Kebudayaan Batak (LPAKB) dan pembina di Yayasan Bina Bona Pasogit.

Setelah purna tugas, Maraden Panggabean ditunjuk sebagai Menko Polkam Kabinet Pembangunan III tahun 1974-1978.

3. Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung

Lahir di Tarutung, Silindung, Tapanuli, Sumatera Utara, pada 17 Juni 1939, Feisal Edno Tanjung menjadi salah satu jenderal TNI berdarah Batak yang memiliki prestasi gemilang.

Saat masih aktif sebagai anggota TNI ia pernah menjabat sebagai Panglima ABRI pada 1993-1998. Ia juga pernah menjalani berbagai macam operasi militer, seperti Trikora, penumpasan RMS, operasi Dwikora, penumpasan OPM, G30S PKI, dan pernah juga bertugas di Timor Timur.

Tak hanya itu saja, Feisal Tanjung juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan kabinet Reformasi Pembangunan pada 1988-1993.

4. Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

Menantu dari Jenderal TNI Luhut Binsar Pandjaitan ini merupakan anggota TNI yang berprestasi. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) 21 Grup 2/Sandhi Yudha pada 2008.

Di tahun yang sama, Maruli Simanjuntak naik jabatan sebagai Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).

Tahun 2010 ia mendapatkan promosi untuk menduduki kursi Wakiil Komandan Grup 1 Kopassus kemudian ia menjadi Komandan Grup 2 Kopassus. Kariernya semakin cemerlang saat ia menjadi Asisten Operasi Komandan Jenderal Kopassus pada 2014.

Selanjutnya ia juga ditunjuk untuk menjadi Komandan Grup A Paspampres. Setelah itu ia mendapat jabatan menjadi Komandan Korem 074/Warastratama dan Wakil Komandan Paspampres sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro dan Komandan Paspampres hingga 2020.

5. Jimmy Ramoz Manalu

Lulusan Akademi Militer tahun 1993 ini pernah menjabat sebagai Pama Kopassus pada 1995 , Danyon 21/Buhpala Yudha, Kabag Linud Sdirbinsen Pussenif Kodiklat TNI-AD, Dandim 0726/ Sukoharjo, waaster Kasdam IV/Diponegoro.

Kariernya kian cemerlang pada 2016 setelah mendapatkan jabatan Asintel Kasdam IV/Diponegoro, Paban IV/Komsos Sterad, Waaster Kasad bidang Wanwil dan Kermater. Hingga saat ini Jimmy Manalu menjabat sebagai Danrem 033/Wira Pratama.

Demikian 5 Jenderal TNI berdarah batak yang memiliki banyak prestasi gemilang.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya