Sebaliknya, ekor mengandung otot, pembuluh darah, dan saraf tetapi tidak memiliki tulang.
Gambar dari kasus yang luar biasa itu diterbitkan dalam Journal of Pediatric Surgery Case Reports.
Kasus ini menarik minat internasional, dengan para peneliti dari Pusat Penelitian Janin dan Plasenta di Ohio, bergabung dengan para dokter Brasil untuk menyelidiki masalah ini.
"Pelengkap ekor manusia adalah lesi langka yang memberi stigma besar pada pembawa dan orang tua mereka,” terang para peneliti.
“Apendiks kaudal janin berhubungan dengan disrafisme tulang belakang (spina bifida), dan oleh karena itu kehadirannya mengamanatkan skrining yang cermat untuk cacat sumsum tulang belakang yang mendasarinya,” lanjutnya.
“Mengidentifikasi banyak kemungkinan anomali terkait sangat penting untuk merencanakan perawatan yang tepat dan menawarkan konseling yang berkualitas,” ujarnya.
Mereka menekankan bahwa pembedahan sangat penting untuk mencegah stigma dan komplikasi seperti nyeri, torsi, pertumbuhan lebih lanjut, iritasi, atau kerusakan.