JAKARTA - Balita A mengalami trauma usai ibunya seorang bos usaha ayam goreng tewas dibunuh. Kini, bocah yang jadi yatim piatu itu dalam pengasuhan sang nenek.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kondisi balita A jadi perhatian serius pihaknya dalam kasus pembunuhan sadis ini. Saat ditemukan anak tersebut dalam keadaan sehat dalam langsung dipertemukan ke pihak keluarga.
"Setelah ditemukan pihak keluarga (anak) sempat menangis ya. Artinya ini tentu jadi perhatian kita bersama terkait traumatisnya," kata Trunoyudo di Polda Metro Jaya, Senin (20/2/2023).
Lebih lanjut dia mengatakan, sebelum ibunya tewas dibunuh oleh karyawan sendiri, ternyata ayah dari balita A telah meninggal karena Covid-19. Ayah yang menemukan sang ibu tewas ternyata ayah sambung.
"Ternyata ayahnya itu ayah sambung, maka kemarin kita ketahui anaknya sehat dan diserahkan pada neneknya yang ada di Bekasi. Tentu menjadi perhatian kita bersama," pungkasnya.
Baca juga: 5 Fakta Bos Ayam Goreng Dibunuh Anak Buahnya, Ini Perkataan yang Memicunya
Sebagaimana diketahui, wanita bos ayam goreng berinisial MIM (29) tewas dibunuh oleh karyawannya. Polisi mengungkap kedua tersangka memukul korban dengan tabung gas sebanyak 10 kali.
Pukulan pertama dilakukan oleh tersangka HK (21). Saat itu dia memanggil korban ke dapur lalu memukulnya satu kali di bagian kepala dengan tabung gas.
Saat itu korban berteriak dan mencoba melawan. HK pun lantas memanggil tersangka MA untuk membantu mengeksekusi korban MA memukul badan korban dengan tabung gas sebanyak tiga kali.
Melihat korban masih hidup, tersangka HK memerintahkan MA untuk memegang kakinya. Setelah itu, HK pun memukulkan gas tersebut ke arah kepala korban sebanyak dua kali.
Kedua pelaku mengaku membunuh bosnya lantaran sakit hati dan dendam perihal gaji. Perlakuan korban itulah membuat kedua karyawannya merencanakan pembunuhan.
Dalam satu hari masing-masing tersangka diberi uang makan sebesar Rp25 ribu. Sementara dalam satu bulannya, mereka berdua digaji sebesar Rp1,25 juta. Namun, diduga pekerjaan yang dilakukan kedua tersangka ini tidak sesuai, korban kemudian mengatakan akan memotong gaji mereka menjadi Rp1 juta.
Korban sempat berbicara bahwa 'kalau kerjanya kayak gini kamu saya gaji Rp 1 juta saja’. Kalimat tersebutlah yang membuat kedua tersangka sakit hati hingga akhirnya merencanakan pembunuhan terhadap korban.
(Qur'anul Hidayat)