Sosok David di Mata Pengasuh Ponpes: Santri yang Berjiwa Sosial Tinggi

Bachtiar Rojab, Jurnalis
Jum'at 24 Februari 2023 20:39 WIB
David saat mengajar ngaji di Ponpes (foto: dok nuonline)
Share :

JAKARTA - Crystalino David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy Satrio, anak pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo, ternyata seorang santri asal Pesantren Inggris Assalam Bogor, Jawa Barat. Hal itu diungkapkan oleh Pengasuh Pesantren Assalam Bogor, Ustadz Hafas Alawy.

Menurut Hafas, David mulai menjadi santri sejak tahun 2019. Ia, menjadi salah satu sosok mualaf di pesantren tersebut.

"Saya, mewakili Pesantren Inggris Assalam Bogor membenarkan bahwa David santri kami. David masuk pesantren sekitar tahun 2019, tidak sampai 3 tahun dia sudah memutuskan untuk boyong (keluar)," ujar Hafas dikutip MPI dalam laman resmi NU Online, Jumat (24/2/2023).

 BACA JUGA:5 Tingkah Mario Dandy, Anak Pejabat Pajak Pengeroyok David Latumahina hingga Koma

Kala itu, lanjut Hafas, David diantar ayahnya untuk menimba ilmu di sana. Bahkan, keputusan untuk belajar Islam di Pesantren Assalam tersebut didukung langsung oleh Menteri Agama (Menag) sekaligus Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Hafas menambahkan, sosok David yang menjadi seorang mualaf disambut gembira oleh rekan-rekannya di pesantren, bahkan David kerap memberikan hadiah kepada adik kelasnya.

"Awalnya minat David jatuh di bidang musik, khususnya di drum. Alhamdulillah David mewariskan stik drum yang ia bawa untuk adik-adik kelasnya di pesantren," jelasnya.

 BACA JUGA: Ini Penjelasan Polisi Soal Agnes Selfie dengan David Usai Dianiaya Mario

Hafas kemudian bercerita setelah David memutuskan untuk keluar atau boyong dari pesantren. Meski sudah tak belajar di Assalam, tetapi David kerap melakukan konsultasi dan ingin kembali belajar, khususnya di bidang desain.

Lalu David kembali menetap beberapa bulan di pesantren pada sekitar tahun 2021 untuk mengikuti kelas desain itu. Menurut Hafas, kehadiran David sangat disambut gembira oleh teman-temannya, para santri Pesantren Inggris Assalam.

Saat kembali ke pesantren itu, David membawa ikan cupang yang merupakan hasil breeding atau ternak yang ia lakukan. Tak tanggung-tanggung, cupang yang dibawanya itu bernilai jutaan rupiah.

"Kisaran harga Rp300 ribu sampai Rp3 juta. (Cupang dibawa) hanya untuk berbagi pengalaman kepada teman-temannya di pesantren soal budidaya cupang yang waktu itu sempat ramai," jelasnya.

Dalam pandangan Hafas, jiwa sosial David sangat tinggi dan pesantren pun mewajibkan itu. Didikan di Pesantren Inggris Assalam mewajibkan anak-anak yang sudah tingkat atas untuk mengajarkan adik-adik kelasnya, walaupun itu sedikit.

"Seperti yang sudah tersebar foto David mengajar mengaji, walaupun David juga masih belajar ngaji, tapi pesantren juga menugaskan David untuk mengajar adiknya yang masih membaca Iqro," ungkapnya.

Tak hanya itu, mendengar kabar buruk tentang kondisi David, lanjut Hafas, pihak pesantren juga ikut geram mendengarnya. Mereka, menuntut Mario Dandy Satriyo dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja pengadilan.

"Atas nama abdi dan seluruh keluarga besar Pesantren Inggris Assalam selalu mendoakan kebaikan David dalam kesembuhannya, agar bisa tertawa dan bergembira kembali bersama-sama," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya