Antara HB IX dan Soeharto, Siapa Perancang Serangan Oemoem 1 Maret?

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 02 Maret 2023 06:30 WIB
Ilustrasi/ Doc: Okezone
Share :

 

YOGYAKARTA - Serangan Oemoem 1 Maret (SO 1 Maret) 1949, jadi salah satu momen penting perjuangan Indonesia. Serangan yang hanya berdurasi sekira enam jam itu, para kombatan revolusi membuktikan pada dunia, bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih eksis.

Sebelumnya lewat Agresi Militer kedua Belanda dengan kode “Operatie Kraai” berhasil merebut Ibu Kota Republik Indonesia saat itu, Yogyakarta, Belanda mempropagandakan bahwa kekuatan militer Indonesia sudah habis.

 BACA JUGA:Rumah TKP Pembunuhan Dua Wanita di Cor di Bekasi Dipasang Garis Polisi

Terlepas dari propaganda dan jalannya SO 1 Maret 1949 itu, perdebatan tentang siapa yang mengarsiteki serangan itu sempat muncul. Di satu sisi, Overste (Letkol) Soeharto yang menanjak namanya sebagai perancangnya.

Tapi di sisi lain disebutkan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) lah yang merencanakannya. Soal peran HB IX, tertuang dalam buku ‘Apa Yang Masih Teringat’ karya wartawan Manai Sophiaan.

 BACA JUGA:Linda: Saya Istri Sirinya Teddy Minahasa!

Namun Mayor Jenderal Gusti Pangeran Harjo (GPH) Djatikusumo bereaksi sebaliknya. Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) pertama yang diangkat 14 Mei dan diresmikan 15 Mei 1948 itu menyokong penyebutan nama Overste Soeharto sebagai perancang SO 1 Maret.

Salah satu bangsawan Keraton Solo yang ketika itu membawahi Komando Sektor 041 Yogyakarta Utara dan Timur, meragukan peran HB IX, untuk bisa mengarsiteki suatu manuver atau pun serangan militer.

“Bagaimana mungkin HB IX bisa merancang serangan itu? Dari mana dan kapan beliau belajar ilmu ketentaraan?” cetus Djatikusumo dalam buku ‘Takhta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX’.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya