"RF [Rusia] ingin menakut-nakuti rakyatnya untuk membenarkan serangan terhadap negara lain," katanya.
“Ini adalah provokasi dari pihak Rusia atau partisan Rusia yang mulai membongkar rezim Putin. Karena mereka masih ingin mempertahankan beberapa peluang politik untuk masa depan Rusia pascaperang, yang akan kalah dalam perang ini,” lanjutnya.
Podolyak juga mengatakan jenis operasi ini konsisten dengan provokasi Rusia sebelumnya.
“Ini Rusia klasik. Itu selalu provokasi, bohong, selalu menciptakan dalih informasi,” ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kelompok sabotase Ukraina memasuki wilayah perbatasan Rusia pada Kamis (2/3/2023) dan menembaki warga sipil dalam "aksi teroris".
Gubernur wilayah Bryansk mengatakan "penyabotase dari Ukraina" telah menembaki sebuah mobil sipil di Lyubechane, sebuah desa perbatasan, menewaskan dua pria dan melukai seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
(Susi Susanti)