JAKARTA - Direktur Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr Theryoto menyatakan satu korban meninggal dunia bertambah dari tragedi kebakaran Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang milik PT Pertamina (Persero) atau Depo Pertamina Plumpang. Hal itu ia ungkapkan ketika menerima kunjungan dari Menteri BUMN, Erick Thohir.
dr. Theryoto menyebutkan, pihaknya sejauh ini menerima 26 korban rujukan. Dari jumlah tersebut, kemudian diklasifikasikan menjadi dua, yakni yang butuh ICU dan yang tidak butuh ICU.
"Kelompok yang tidak butuh ICU ada 13 pasien, kelompok yang butuh ICU 12 pasien," kata Theryoto di RSPP, Sabtu (4/4/2023).
Ia menjelaskan, klasifikasi tersebut ditujukan untuk pemagangan dari masing-masing kelompok. Menurutnya, untuk kelompok yang butuh ICU memerlukan alat bantu.
"Untuk kelompok ruang ICU itu mereka butuh alat bantu untuk misalnya luka bakar, ada pemasangan ventilator atau operasi untuk membuat jalan nafas dan lain-lain," paparnya.