JAKARTA - TMC atau Teknologi Modifikasi Cuaca awalnya dikebangkan di Indonesia pada tahun 1977 untuk mendukung sektor pertanian. Namun dalam perkembangannya TMC dimanfaatkan untuk hal lain juga, salah satunya yaitu untuk mencegah bencana hidrometeorologi.
Pada tahun 2011, Mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menggunakan TMC untuk membantu mengurangi intensitas curah hujan yang terjadi di wilayah Palembang agar pembangunan gedung untuk Sea Games segera terselesaikan.
Kemudian pada 2013 dan 2014, TMC pertama kali mulai diterapkan untuk mengantisipasi banjir yang ada di Jakarta, saat Joko Widodo masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
TMC ini juga diterapkan pada MotoGP Mandalika 2022. Dalam Special Dialogue, Budi Harsoyo selaku Koordinator Laboratorium Pengelolaan Teknologi Modifikasi Cuaca BRIN menjelaskan penjelasan ilmiah TMC di Mandalika.
"Waktu gelaran MotoGp Mandalika pada 18-20 Maret 2022 lalu, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) telah mengindikasikan curah hujan di Lombok dan sekitarnya cukup tinggi karena persis di selatan Pulau Lombok terdapat Siklon Tropis," jelasnya.
TMC dioperasikan pada tanggal 18-20 Maret. Pada tanggal 18 dan 19 TMC berhasil mengurangi curah hujan pada saat pagi dan sore hari.