3. Nurul Arifin
Nurul Arifin merupakan Anggota DPR dari Fraksi Golkar. Sebelum menjadi politisi, Nurul mengawali kariernya sebagai pemain film. Debut film pertamanya berjudul Hati yang Perawan pada 1984. Ia mulai masuk dunia politik ketika terpilih menjadi Anggota DPR periode 2009-2014. Saat ini, Nurul Arifin menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR.
Perempuan kelahiran Bandung, 18 Juli 1966 ini pun vokal dalam menyuarakan kesetaraan gender. Pada perayaan Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2018 di Bandung, misalnya, Nurul mengajak kaum perempuan untuk membangun semangat kesetaraan demi mendapatkan kesamaan hal dalam segala hal. Menurut Nurul, masih banyak terjadi pelecehan terhadap perempuan dan anak. Mereka yang menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual tersebut harus mendapat dukungan. Nurul berharap, perempuan berani keluar serta menyerukan kesetaraan gender, sehingga tidak ada lagi ruang atau target pelecehan dan kekerasan.
4. Meutya Hafid
Meutya Viada Hafid atau dikenal dengan Meutya Hafid adalah Ketua Komisi I DPR periode 2019-2024 dari Fraksi Golkar. Sebelum menjadi seorang politisi, Meutya pernah menjadi wartawan di salah satu televisi swasta. Bahkan dirinya pernah mendapat tugas peliputan di Irak pada 2005. Saat itu, Meutya bersama kameramen disandera oleh mujahidin Irak. Keduanya berhasil dibebaskan setelah beberapa hari disandera.
Sebagai seorang politisi, Meutya juga kerapkan menyuarakan kesetaraan gender. Meutya mengatakan, kaum perempuan membutuhkan pembekalan hingga akses pendampingan guna menambah kemampuan manajerial. Menurutnya, perlu ada peningkatan kapasitas serta kualitas kesetaraan gender dalam era digital bagi perempuan.