Amunisi yang Diminta Tak Juga Datang, Bos Tentara Bayaran Rusia Duga Ada Pengkhianatan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 10 Maret 2023 07:05 WIB
Pimpinan Grup Wagner Yevgeny Prigozhin. (Foto: Reuters)
Share :

BAKHMUT – Serangan pasukan Rusia untuk merebut Kota Bakhmut, Ukraina berlangsung terus menerus. Di tengah sengitnya pertempuran bos tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin mengeluhkan kekurangan amunisi dan menuding adanya “pengkhianatan” dari para pejabat militer Rusia.

Tentara bayaran Wagner yang dipimpin Prigozhin memainkan peran kunci dalam upaya Rusia merebut kota Bakhmut yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Namun, Prigozhin yang tampaknya berkonflik dengan para pejabat militer Rusia mengeluh tentaranya tidak mendapatkan amunisi yang dibutuhkan.

Dalam sebuah unggahan di media sosial pada Minggu (5/3/2023), Prigozhin mengatakan bahwa pada 22 Februari dia telah menandatangani dokumen untuk meminta amunisi dikirim ke Bakhmut. Namun, hingga saat kini amunisi yang diminta belum juga datang, sehingga pasukannya mengalami “kelaparan amunisi”.

Dia mengatakan bahwa hal ini bisa disebabkan karena kesalahan logistik atau bisa juga disengaja oleh para perwira militer Rusia untuk menghambat pasukannya. Dia mengatakan bahwa jika ketiadaan amunisi ini merupakan kesengajaan, maka hal tersebut adalah sebuah “pengkhianatan”.

Keluhan Prigozhin ini dilihat sebagai sebuah tanda keretakan lebih lanjut antara dia dan militer Rusia. Dalam beberapa waktu belakangan, Prigozhin kerap bersuara keras mengkritik kemajuan dan kebijakan militer konvensional Rusia dalam perang di Ukraina.

Dalam video terpisah pada Sabtu, (4/3/2023) Prigozhin juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa dia dan pasukannya “dijebak” untuk dijadikan kambing hitam jika Rusia kalah perang di Ukraina.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya