Momen Kerajaan Mataram Bawa Harta dan Para Perempuan Usai Taklukkan Blambangan

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 17 Maret 2023 08:01 WIB
Illustrasi (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Sultan Agung yang berkuasa di Kerajaan Mataram berusaha memperluas ekspansi kekuasannya ke timur Pulau Jawa. Ekspansi itu bahkan dilakukan hingga ujung timur Jawa tepatnya di Blambangan atau yang kini bernama Banyuwangi.

Blambangan yang sejak Panembahan Senopati selalu gagal ditundukkan Mataram, di masa Sultan Agung, wilayah itu akhirnya berhasil pula ditundukkan. Blambangan merupakan kerajaan terakhir yang bercorak Hindu-Buddha yang terletak di ujung timur pulau Jawa. Pada abad ke-16, satu-satunya kerajaan Islam yang berarti di Jawa Timur adalah Pasuruan. Daerah lain masih dipimpin penguasa yang beragama Hindu.

Menurut Babad Tanah Jawi dalam "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II", dari Peri Mardiyono, serangan Sultan Agung ke Blambangan berhasil meraih kemenangan. Alhasil Blambangan menjadi wilayah yang berada di bawah kekuasaan Mataram.

Dikisahkan bahwa ketika hendak melakukan ekspansi ke Blambangan, Sultan Agung menunjuk Pangeran Silarong untuk memimpin penyerangan itu. Perintah itu pun diterimanya. Maka Silarong langsung menyusun kekuatan, zejumlah pasukan dan adipati dikumpulkan untuk menggempur Blambangan.

Rombongan pasukan Mataram berangkat beriringan menuju Blambangan pun terjadi. Gelombang pasukan Mataram ini menuju Blambangan dengan melalui Kediri lalu menuju Pasuruan. Di daerah ini, para bupati daerah pesisiran bersama pasukannya pun sudah menunggu.

Seluruh pasukan ini kemudian bersama-sama dan serentak menggempur Blambangan. Perang besar pun terjadi, yang membuat seluruh warga masyarakat Blambangan banyak yang mengungsi ke pegunungan dan daerah lain akibat perang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya