Kisah Anak Miliarder Yaman Akui Bunuh Mahasiswi di London 15 Tahun Lalu

Muhammad Fadli Rizal, Jurnalis
Jum'at 31 Maret 2023 17:06 WIB
Martine Vik Magnussen (Foto BBC)
Share :

LONDON - Kematian Martine Vik Magnussen, seorang mahasiswi di London 15 tahun lalu menemui titik terang. Itu terungkap usai putra seorang miliarder mengakui terlibat dalam pembunuhan Martine.

Usai melancarkan aksinya, pelaku Farouk Abdulhak melarikan diri ke Yaman. Farouk kemudian masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian London. Farouk mengakui kepada BBC bahwa Martine meninggal akibat kecelakaan seks yang salah.

Farouk memilih Yaman karena negara itu tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Inggris. Sehingga uang, kekuatan politik dan hukum Yaman bisa melindungi Farouk begitu dia masuk ke Yaman.

 BACA JUGA:

Setelah 15 tahun tak menanggapi pertanyaan wartawan Farouk akhirnya luluh ketika dihubung seorang jurnalis BBC berdarah Yaman.

Farouk dan Martine sama-sama belajar di Regent’s Business School London, dan Martine bercita-cita menjadi seorang pemodal di ibu kota. Terakhir kali teman-temannya melihat Martine hidup adalah pada dini hari tanggal 14 Maret 2008 di klub malam eksklusif Maddox di Mayfair, tempat di mana dia dan Farouk merayakan selesainya ujian.

Teman-temannya mengatakan Farouk menawarkan untuk mengadakan pesta lanjutan di apartemennya di Great Portland Street, di pusat kota London. Mereka terlalu lelah untuk pergi, tetapi menurut mereka, Martine masih ingin terus berpesta.

 BACA JUGA:

Rekaman CCTV menunjukkan dia meninggalkan klub bersama Farouk pada pukul 02.59. Tidak ada saksi mata soal apa yang terjadi selanjutnya. Begitu matahari terbit, Martine meninggal dunia, tetapi tubuhnya tidak ditemukan setidaknya hingga 48 jam berikutnya.

Dalam rentang waktu itu, Farouk telah melarikan diri dari Inggris menggunakan penerbangan ke Kairo. Dia naik jet pribadi ayahnya ke Yaman. Pengacara Farouk bersikeras bahwa dia tidak bersalah atas pembunuhan.

Farouk bukan sembarang orang Yaman. Sebagai putra dari Shaher Abdulhak, salah satu orang terkaya dan terkuat di Yaman, dia dibesarkan di AS dan Mesir.

Shaher Abdulhak memiliki kerajaan gula, minuman ringan, minyak, dan senjata. Dia juga merupakan teman dekat dari presiden saat itu, Ali Abdullah Saleh.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya