PARIS – Aksi protes yang memanas masih terus terjadi di Paris, Prancis. Para demonstran memrotes undang-undang pensiun yang menuai banyak kontroversi. Kendati demikian, Presiden Prancis Emmanuel Macron sepertinya tidak terlalu terganggu dengan aksi protes ini.
Macron malah dijadwalkan terbang ke China pada minggu depan. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindakan penyeimbangan antara ambisi negarawan globalnya dan perjuangannya untuk menahan protes pensiun yang memalukan di dalam negeri.
Seperti diketahui, keputusan Macron untuk membatalkan undang-undang pensiun yang banyak disengketakan melalui parlemen awal bulan ini memicu bentrokan dan kekerasan di kota-kota Prancis, berusaha untuk menjaga jadwal diplomatiknya yang sibuk tetap pada jalurnya.
Aksi protes ini termasuk membakar tumpukan sampah di Paris, yang disiarkan ke seluruh dunia. Insiden ini telah memaksa Macron untuk membatalkan kunjungan kenegaraan Raja Charles dari Inggris. Ini dianggap sebagai suatu hal memalukan yang tidak luput dari perhatian kalangan diplomatik.
"Merupakan hal yang sangat bergengsi untuk menjadi tuan rumah kunjungan pertama Raja Inggris ke luar negeri, itu tidak terjadi setiap hari. Jika Anda tidak dapat melakukannya, itu masalah," kata Duta besar negara Eropa kepada Reuters, dikutip Sabtu (1/4/2023).
BACA SELENGKAPNYA: Di Tengah Aksi Protes, Macron Akan Pergi ke China Tinggalkan Paris yang Memanas
(Susi Susanti)